Somagede, 7 Juli 2026
.jpeg)
Upacara Merti Bumi dan Piodalan Pura Pedaleman Giri Kendeng ke-37 Berlangsung Khidmat dan Meriah
Ibu Misnuraini,S.STP. selaku Camat Somagede memberi sambutan, Suasana penuh khidmat dan semangat kebersamaan mewarnai pelaksanaan Upacara Merti Bumi dan Piodalan Pura Pedaleman Giri Kendeng ke-37 yang diselenggarakan pada Selasa Kliwon, 7 Juli 2026. Kegiatan diawali dengan kirab budaya yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, tokoh adat, umat Hindu, serta generasi muda yang turut ambil bagian sebagai bentuk pelestarian budaya dan tradisi leluhur.
Dalam kirab tersebut, tampak para peserta mengenakan busana adat dengan membawa spanduk kegiatan sebagai penanda dimulainya rangkaian upacara. Kehadiran anak-anak dan remaja dalam prosesi ini menjadi simbol regenerasi budaya, sekaligus menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal terus diwariskan kepada generasi penerus.
.jpeg)
Upacara Merti Bumi merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat, hasil bumi, serta keselamatan yang diberikan kepada masyarakat. Sementara itu, Piodalan menjadi momentum penting bagi umat Hindu untuk melaksanakan persembahyangan bersama sebagai bentuk bhakti dan penghormatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa di Pura Pedaleman Giri Kendeng.
Selain memiliki nilai spiritual, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat tali persaudaraan, memperkuat semangat gotong royong, serta menjaga kerukunan antarumat beragama. Masyarakat dari berbagai latar belakang tampak hadir dan berpartisipasi dengan penuh rasa hormat, mencerminkan kehidupan yang harmonis dalam keberagaman.
Melalui penyelenggaraan Upacara Merti Bumi dan Piodalan yang telah memasuki tahun ke-37 ini, diharapkan nilai-nilai budaya, tradisi, dan toleransi terus terjaga serta menjadi warisan yang membanggakan bagi generasi mendatang. Semangat kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang harus terus dirawat demi terciptanya masyarakat yang rukun, damai, dan sejahtera.